LAMONGAN, tuguSurabaya.site – Program Studi Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan (FTIK) Universitas Hang Tuah (UHT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan hasil rekayasa teknologi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Mengusung tema: Rancang Bangun dan Implementasi Mesin Pencabut Bulu Ayam Potong untuk Mendukung Efisiensi Produksi dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan UMKM Sekar Jaya” , tim dosen UHT menyerahkan satu unit mesin pencabut bulu ayam potong kepada UMKM Sekar Jaya di Desa Ngayung RT 06 RW 02, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Teknik Sistem Perkapalan Universitas Hang Tuah, Dr. Ir. Sutrisno, S.T., M.T., bersama tim dosen dan mahasiswa sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Mesin yang diserahkan merupakan hasil rancang bangun tim Prodi Teknik Sistem Perkapalan dengan kapasitas 7–10 ekor ayam potong dalam satu kali proses. Kehadiran mesin ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses pencabutan bulu ayam yang sebelumnya masih dilakukan secara manual, sehingga waktu produksi menjadi lebih singkat, tenaga kerja lebih ringan, serta kualitas hasil pencabutan lebih baik.
Ketua Program Studi Teknik Sistem Perkapalan UHT, Dr. Sutrisno, menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna.
“Sebagai institusi yang memiliki kompetensi di bidang rekayasa sistem dan perancangan mesin, kami berupaya menghadirkan teknologi yang sederhana, mudah dioperasikan, namun mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pelaku UMKM. Harapannya, mesin ini dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun Prodi Teknik Sistem Perkapalan identik dengan dunia kemaritiman, kompetensi yang dimiliki dosen dan mahasiswa dalam bidang desain mesin, sistem mekanik, manufaktur serta analisis teknik dapat diterapkan secara luas untuk mendukung berbagai sektor usaha produktif, termasuk sektor peternakan dan industri pangan.
Sementara itu, Ketua UMKM Sekar Jaya, Kacung Abi Santoso, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Hang Tuah atas bantuan teknologi yang diberikan.
“Mesin ini sangat membantu kami. Selama ini proses pencabutan bulu ayam masih memerlukan waktu cukup lama dan tenaga yang besar. Dengan adanya mesin berkapasitas 7 sampai 10 ekor sekali proses ini, pekerjaan menjadi jauh lebih cepat dan efisien sehingga kami optimistis kapasitas produksi dapat meningkat,” ungkapnya.
Selain penyerahan alat, tim pengabdian juga memberikan pelatihan mengenai cara pengoperasian, perawatan serta aspek keselamatan kerja agar mesin dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Hang Tuah berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dapat terus diperkuat dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi teknologi tepat guna. Inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus diharapkan tidak hanya menjadi produk akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat serta mendukung peningkatan daya saing UMKM di daerah.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghubungkan kepakaran akademik dengan kebutuhan riil masyarakat melalui pengembangan teknologi yang aplikatif, efisien dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.(miskawi)

