Surabaya, tugusurabaya.site – Universitas Hang Tuah (UHT) menggelar kegiatan KEMUDI (Kupas Edukasi, Motivasi dan Diskusi Interaktif) sebagai wadah komunikasi dua arah yang efektif antara mahasiswa dan pimpinan universitas. Mengusung tema “Dari Kita Untuk Kita” dengan slogan “Mendengar Kebutuhan, Merancang Solusi”, kegiatan ini bertujuan menyalurkan aspirasi mahasiswa secara terbuka, konstruktif, dan langsung kepada pimpinan universitas.
Hadir sebagai pemateri utama, Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. Turut hadir Wakil Rektor III Laksamana Pertama TNI (Purn) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si(Han)., M.Tr.Opsla., Kepala BKKA Budi Proyono, S.Sos., M.M., Pembina BEM UHT Apt. Farizah Izazi, S.Farm., M.Farm., Ketua BEM UHT Raihan Asfi Priadi serta Wakil Ketua BEM UHT Mochamad Dewa Surya Fijana.
Membuka acara sambutan-sambutan Ketua BEM UHT Raihan Asfi Priadi menyampaikan, dengan tema “Dari Kita Untuk Kita” mengandung pesan bahwa kampus bukan hanya milik rektorat, dosen, maupun mahasiswa semata, tetapi merupakan rumah bersama seluruh sivitas akademika. Karena itu, setiap perjalanan, tantangan, kritik, gagasan, dan solusi harus lahir dari semangat kebersamaan untuk mewujudkan kampus yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Dr. Toto Dwijaya Saputra menyampaikan apresiasi kepada BEM Universitas Hang Tuah yang telah menggagas kegiatan tersebut sebagai sarana edukasi, motivasi, dan diskusi interaktif antara mahasiswa dan pimpinan universitas.
“Tema yang diangkat pada kegiatan ini memiliki makna yang sangat baik karena mencerminkan semangat kebersamaan, kepedulian, serta tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan akademik yang lebih baik bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Dalam paparannya, Rektor UHT menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang mendukung tumbuhnya semangat belajar mahasiswa. Menurutnya, semangat belajar lahir ketika mahasiswa merasa aman, dihargai, memiliki tujuan yang jelas, serta didukung oleh fasilitas, layanan, dan iklim sosial kampus yang sehat.
Rektor menjelaskan bahwa fasilitas pembelajaran yang memadai, layanan akademik yang responsif, serta budaya saling menghormati menjadi fondasi penting dalam membangun motivasi mahasiswa. Selain itu, komunikasi yang terbuka antara mahasiswa dan pimpinan universitas perlu terus diperkuat melalui audiensi, dialog terbuka, dan kanal aspirasi yang mampu menghasilkan tindak lanjut nyata.
Beliau juga mengajak mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan akademik maupun nonakademik, mulai dari berdiskusi, meneliti, menulis, berorganisasi, berinovasi, hingga berkolaborasi lintas program studi dan fakultas. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya akademik sekaligus identitas kemaritiman yang menjadi ciri khas Universitas Hang Tuah.
Rektor menegaskan bahwa lingkungan akademik yang suportif, harmonis, inspiratif, aktif, dan kolaboratif hanya dapat terwujud apabila mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan universitas bergerak bersama dalam satu komitmen yang sama.
Menutup materinya, Rektor mengajak seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan semangat belajar, prestasi, dan karakter maritim.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga etika akademik, manfaatkan setiap kesempatan, dan tumbuhlah menjadi generasi UHT yang unggul, adaptif, kolaboratif, serta bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Jangan takut salah, percaya dirilah. Jika melakukan kesalahan, jadikan itu sebagai pelajaran untuk terus memperbaiki diri,” pesannya.

