Bangkalan, tugusurabaya.site – menyambut baik kehadiran Perkumpulan Push-to-Talk Over Cellular Indonesia (POC ID) Kabupaten Bangkalan yang resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031. Organisasi yang bergerak di bidang komunikasi digital tersebut diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat penyebaran informasi, mendukung pelayanan publik, serta membantu berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Pengukuhan pengurus POC ID Bangkalan yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Bangkalan, Minggu (14/6/2026), menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.
Mewakili Bupati Bangkalan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Bangkalan, Muhammad Komari, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengapresiasi terbentuknya POC ID sebagai wadah yang menghimpun masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan teknologi komunikasi.
Menurutnya, keberadaan POC ID tidak hanya menjadi komunitas pengguna teknologi komunikasi digital, tetapi juga dapat berperan sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem informasi yang produktif, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Keberadaan POC ID Bangkalan diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan teknologi komunikasi sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sinergi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Muhammad Komari.
Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan percepatan transformasi digital, pemerintah membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk memastikan informasi pembangunan dapat tersampaikan secara cepat, tepat, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Menurut Komari, kolaborasi yang terbangun antara pemerintah dan komunitas komunikasi digital seperti POC ID akan menjadi kekuatan besar dalam memperluas jangkauan informasi publik, meningkatkan literasi digital masyarakat, sekaligus membantu menangkal penyebaran informasi yang tidak benar atau menyesatkan.
“Di era digital saat ini, informasi menjadi kebutuhan yang sangat penting. Karena itu, kami berharap POC ID dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi yang positif, memperkuat literasi digital masyarakat, serta membantu menciptakan ruang komunikasi yang sehat dan konstruktif,” tuturnya.
Lebih lanjut, Komari menilai teknologi komunikasi yang dimiliki POC ID memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai program pemerintah daerah, terutama dalam bidang pelayanan publik, penanganan kebencanaan, pengamanan kegiatan daerah, hingga aksi sosial kemanusiaan.
“Komunikasi yang cepat dan terintegrasi sangat dibutuhkan dalam berbagai situasi. Dengan jaringan yang dimiliki POC ID, koordinasi antar pihak dapat dilakukan lebih efektif sehingga mampu mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga berharap keberadaan POC ID dapat menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Melalui pemanfaatan teknologi komunikasi yang modern, masyarakat diharapkan semakin mudah terhubung dan terlibat dalam berbagai program pembangunan.
Sementara itu, Ketua POC ID Kabupaten Bangkalan, H. Abdurrahman Tohir, menjelaskan bahwa teknologi Push-to-Talk Over Cellular (POC) merupakan sistem komunikasi yang bekerja layaknya handy talky (HT), namun menggunakan jaringan internet sehingga memiliki jangkauan yang jauh lebih luas.
Ia menyatakan komitmennya untuk menjadikan POC ID sebagai organisasi yang tidak hanya fokus pada komunikasi, tetapi juga aktif mendukung berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, dan program pemerintah daerah.
Kehadiran POC ID Bangkalan juga menandai langkah maju Kabupaten Bangkalan dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembangunan daerah. Terlebih, Bangkalan menjadi kabupaten pertama di Jawa Timur yang secara resmi memiliki kepengurusan POC ID.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemerintah Kabupaten Bangkalan optimistis keberadaan POC ID akan memberikan kontribusi positif dalam memperkuat konektivitas informasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya Bangkalan yang semakin maju, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi di era digital.(Miskawi)

